Analisis Perlawanan Sorbatua Siallagan dalam Perspektif Antropologi di Kampung Dolok Parmonangan, Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31004/784z2k82

Keywords:

Perlawanan, Masyarakat, Konflik Agraria, Antropologi, Sorbatua Siallagan, PT TPL.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan Sorbatua Siallagan terhadap korporasi PT Toba Pulp Lestari (TPL) dalam konteks konflik agraria di Kampung Dolok Parmonangan, Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, melalui perspektif antropologi. Kasus ini bermula dari klaim Sorbatua Siallagan atas tanah ulayat di wilayah adat Simalungun yang kemudian berujung pada tindakan pembakaran hutan dan penahanannya oleh pihak berwenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Weapons of the Weak dari James C. Scott yang menyoroti bentuk-bentuk perlawanan tersembunyi dan non-konfrontatif kelompok subordinat terhadap kekuasaan dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Sorbatua Siallagan mencerminkan bentuk perlawanan simbolik masyarakat adat yang berupaya mempertahankan identitas, hak ulayat, dan ruang hidup mereka dari dominasi korporasi dan legitimasi negara. Konflik ini menggambarkan benturan antara nilai-nilai adat yang berpijak pada fungsi sosial tanah dan kepentingan ekonomi perusahaan yang berorientasi pada profit. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa perlawanan masyarakat adat, meskipun tidak selalu berhasil secara hukum, merupakan ekspresi kultural dan politik dalam memperjuangkan keadilan agraria. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan studi antropologi politik dan hukum adat, sementara secara praktis memberikan wawasan bagi upaya perlindungan hak-hak masyarakat adat di tengah ekspansi ekonomi modern.

Author Biographies

  • Romen Fitri Olivia Siahaan, State University of Medan

    Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Indonesia

  • Erond L. Damanik, State University of Medan

    Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Indonesia

References

[1] A. Hastarini And G. F. F. Luthfan, “Kedudukan Hukum Masyarakat Adat Dalam Memperoleh Hak Atas Tanah Di Indonesia,” J. Huk. Sasana, Vol. 8, No. 2, Pp. 243–264, 2022.

[2] E. L. Damanik, Tanah Ulayat: Catatan Kritis Atas Penyerobotan Dan Pendakuan Tanah Di Simalungun. Medan: Simetri Institute, 2021.

[3] B. P. S. K. Simalungun, “Simalungun Dalam Angka 2024,” 2024. [Online]. Available: Https://Simalungunkab.Bps.Go.Id/Id

[4] B. R. W. Adat, “Wilayah Adat Huta Utte Anggir Parmonangan,” 2024. [Online]. Available: Https://Brwa.Or.Id/

[5] A. M. A. Nusantara, “Sorbatua Siallagan Dituntut 4 Tahun Penjara, Tim Advokasi: Dasar Tuntutan Jaksa Tidak Sah,” 2024. [Online]. Available: Https://Aman.Or.Id

[6] E. L. Damanik, Agama, Perubahan Sosial Dan Identitas Etnik: Moralitas Agama Dan Kultural Di Simalungun. Medan: Simetri Institute, 2017.

[7] H. Alting, “Penguasaan Tanah Masyarakat Hukum Adat (Suatu Kajian Terhadap Masyarakat Hukum Adat Ternate),” J. Din. Huk., Vol. 11, No. 1, Pp. 87–98, 2011.

[8] E. L. Damanik, Sang Na Ualuh Damanik: Gagasan, Karya Dan Tindakan. Medan: Simetri Institute, 2013.

[9] E. L. Damanik, Potret Simalungun Tempoe Doeloe: Menafsir Kebudayaan Lewat Foto. Medan: Simetri Institute, 2018.

[10] B. R. W. Adat, “Mata Pencaharian Utama Petani Pengambil Enau, Petani Jengkol, Dan Petani Petai,” 2023. [Online]. Available: Https://Brwa.Or.Id/

[11] E. L. Damanik, Amarah: Latar, Gerak Dan Ambruknya Swapraja Simalungun 3 Maret 1946. Medan: Simetri Institute, 2015.

[12] A. P. H. A. Indonesia, “Amicus Curiae Dalam Register Perkara Nomor 155/Pid.B/Lh/2024/Pn Sim,” 2024. [Online]. Available: Https://Apha.Or.Id

[13] W. I. Dewi, Peristiwa Bumi Hangus Pangkalan Brandan. Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional, 2011.

[14] B. P. S. K. Simalungun, “Profil Nagori Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan,” 2023. [Online]. Available: Https://Simalungunkab.Bps.Go.Id/Id

[15] B. R. W. Adat, “Wilayah Adat Huta Sihaporas,” 2024. [Online]. Available: Https://Brwa.Or.Id/Wa/View/Cezqn2jka2vweek

[16] E. L. Damanik, Dalih Pembunuhan Bangsawan: Perspektif Hapusnya Swapraja Simalungun Pada Maret 1946. Medan: Simetri Institute, 2017.

[17] E. L. Damanik And J. Dasuha, Kerajaan Siantar: Dari Pulau Holang Ke Kota Pematangsiantar. Medan: Simetri Institute, 2016.

[18] E. L. Damanik, Sejarah Simalungun: Pemerintahan Tradisional, Kolonialisme, Agama Dan Adat Istiadat. Medan: Simetri Institute, 2019.

[19] L. Arliman, “Hukum Adat Di Indonesia Dalam Pandangan Para Ahli Dan Konsep Pemberlakuannya Di Indonesia,” J. Selat, Vol. 5, No. 2, Pp. 177–190, 2018.

[20] A. M. A. Nusantara, “Keadilan Terkubur Di Tano Batak Usai Sorbatua Siallagan Divonis Bersalah,” 2024. [Online]. Available: Https://Aman.Or.Id

[21] E. L. Damanik, Dalih Pembunuhan Bangsawan: Perspektif Hapusnya Swapraja Simalungun Pada Maret 1946. Medan: Simetri Institute, 2016.

[22] J. Damanik, “Struktur Pemerintahan Tradisional Di Simalungun Dan Peran Raja Marga Dalam Sistem Sosial,” J. Kebud. Dan Adat Sumatera Utara, Vol. 5, No. 2, Pp. 120–134, 2011.

[23] E. L. Damanik, Kerajaan Dologsilou: Silsilah, Perkembangan Dan Kesudahannya. Medan: Simetri Institute, 2019.

[24] E. L. Damanik, Danau Toba: Permata Mahkota Pulau Sumatra. Medan: Simetri Institute, 2015.

[25] D. Damanik And E. L. Damanik, Jalannya Hukum Adat Simalungun. Medan: Simetri Institute, 2019.

[26] J. W. Creswell, Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, Dan Campuran, 4th Ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019.

[27] T. Fathoni, “Konsep Solidaritas Sosial Dalam Masyarakat Modern Perspektif Émile Durkheim: The Concept Of Social Solidarity In Modern Society: Émile Durkheim’s Perspective,” J. Community Dev. Disaster Manag., Vol. 6, No. 2, Pp. 129–147, 2024.

[28] A. M. Ginting And T. N. Sitopu, “Partuanon Amborokan Kerajaan Raya 1800–1946 Dan Potensi Sebagai Materi Sejarah Lokal Di Simalungun,” J. Pendidik. Sej. Hum., Vol. 12, No. 1, Pp. 55–68, 2025.

[29] D. G. W. Girinatha And N. M. D. G. Putri, “Perlindungan Hukum Masyarakat Adat Atas Tanah Dalam Dinamika Pengaturan Tanah Adat Di Bali,” J. Yustitia, Vol. 19, No. 2, Pp. 42–49, 2024.

[30] M. Gultom, “Hukum Adat Batak: Dari Sistem Kekerabatan Ke Penguasaan Tanah Komunal,” J. Huk. Pembang., Vol. 47, No. 2, Pp. 212–230, 2017.

[31] A. W. Habibi And M. Jacky, “Perlawanan Masyarakat Terhadap Corporate Social And Responsibility (Csr) Pt. Pjb Tuban,” J. Paradig., Vol. 8, No. 1, Pp. 5–11, 2020.

[32] D. Harahap, Konsepsi Tanah Dan Kepemilikan Dalam Masyarakat Batak Toba. Medan: Universitas Sumatera Utara Press, 2019.

[33] R. Harahap, “Kearifan Lokal Dan Struktur Sosial Masyarakat Simalungun: Studi Etnografi Di Nagori Dolok Parmonangan,” J. Antropol. Indones., Vol. 16, No. 1, Pp. 101–115, 2022.

[34] R. Harahap, “Tanah Adat Dan Kekuasaan Raja Di Tanah Batak,” J. Sej. Dan Budaya, Vol. 9, No. 1, Pp. 45–58, 2015.

[35] H. M. Hatta, H. Abdullah, A. A. Tarigan, And H. S. Wanto, Peta Dakwah: Dinamika Dan Problematika Dakwah Pada Masyarakat Muslim Perkebunan Di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Jakarta: Uin Press, 2025.

[36] Hetanews, “Ppab Simalungun Dukung Proses Hukum, Tak Ada Tanah Adat Keturunan Siallagan Di Desa Parmonangan,” Feb. 05, 2024. [Online]. Available: Https://Www.Hetanews.Com/

[37] H. Ismi, “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional,” J. Ilmu Huk. Riau, Vol. 3, No. 1, Pp. 26–33, 2012.

[38] I. G. P. H. M. Martayana, Poskolonialitas Di Negara Dunia Ketiga. Singaraja: Candra Sangkala, Universitas Pendidikan Ganesha, 2019.

[39] S. K. Pandjaitan, Y. Zakaria, F. Zuska, And F. Amran, “Etnografi Tanah Adat Di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara,” J. Acad., 2018.

[40] D. L. Putri, “Sorbatua Siallagan Divonis 2 Tahun Penjara, Disebut Bentuk ‘Kriminalisasi’ Pejuang Tanah Adat,” Kompas.Com, Jan. 24, 2024. [Online]. Available: Https://Amp.Kompas.Com/Tren/Read/2024/08/15/143000265/Index.Html

[41] T. Rejekiningsih, “Asas Fungsi Sosial Hak Atas Tanah Pada Negara Hukum (Suatu Refleksi Dari Teori, Yuridis Dan Penerapannya Di Indonesia),” J. Huk., Vol. 5, No. 2, Pp. 298–325, 2016.

[42] I. Reliubun, “Ketua Adat Sorbatua Siallagan Ditangkap Polda Sumut Atas Laporan Toba Pulp Lestari,” Tempo.Co, Jan. 21, 2024. [Online]. Available: Https://Www.Tempo.Co/Arsip/Ketua-Adat-Sorbatua-Siallagan-Ditangkap-Polda-Sumut-Atas-Laporan-Toba-Pulp-Lestari--72881

[43] R. Siburian, “Ketahanan Sosial Dan Perubahan Ekologi Hutan: Studi Pada Masyarakat Sekitar Hutan Di Kabupaten Simalungun Social Resilience And Forest Ecology Change: A Study On Around Forest Society In Simalungun District,” J. Pks, Vol. 16, No. 4, Pp. 81–398, 2017.

[44] M. Simanjuntak, “Relasi Kekuasaan Adat Dan Kolonial Dalam Penguasaan Tanah Di Sumatera Timur,” J. Hist., Vol. 10, No. 2, Pp. 80–95, 2016.

[45] L. Situmorang, H. Saragih, And A. Sinurat, “Strategi Pengembangan Dan Pengelolaan Pariwisata Kabupaten Simalungun,” J-Ceki J. Cendekia Ilm., Vol. 3, No. 5, Pp. 3253–3261, 2024.

[46] R. S. Sinaga, “Masyarakat Adat Simalungun: Struktur Sosial Dan Budaya,” J. Ilmu Sos. Dan Hum., Vol. 3, No. 2, Pp. 45–60, 2020.

[47] E. Soetarto, Eksistensi Masyarakat Adat Dalam Kancah Nasionalisme Indonesia. Bogor: Sajogyo Institute, 2023.

[48] Syuryani, “Eksistensi Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Dalam Masa Investasi,” Menara Ilmu J. Penelit. Dan Kaji. Ilm., Vol. 10, No. 73, P. 113, 2016.

[49] N. Sulisrudatin, “Keberadaan Hukum Tanah Adat Dalam Implementasi Hukum Agraria,” J. Ilm. Huk. Dirgant., Vol. 4, No. 2, Pp. 513–518, 2018.

[50] M. Syamsudin, “The Burden Of Indigenous People In Dealing With Vertical And Horizontal Conflicts,” J. Iustum Int. J. Indones. Community Cult. Stud., Vol. 5, No. 2, Pp. 167–189, 2014.

[51] E. Z. Susilowati And T. Indarti, “Resistensi Perempuan Dalam Kumpulan Cerita Tandak Karya Royyan Julian (Teori Resistensi James C. Scott),” J. Ilm. Bhs. Sastra, Vol. 5, No. 2, Pp. 5–9, 2018.

[52] J. Tambunan, “Ketua Dpp Partuha Maujana Simalungun Tegaskan Tidak Pernah Ada Tanah Adat Di Simalungun,” Medan Pos Online, Feb. 07, 2024. [Online]. Available: Https://Www.Medanposonline.Com/Sumatera-Utara/1914/Ketua-Dpp-Partuha-Maujana-Simalungun-Tegaskan-Tidak-Pernah-Ada-Tanah-Adat-Di-Simalungun/

[53] D. Tanati And J. Y. Palenewen, Penyelesaian Konflik Agraria Pada Masyarakat Adat Papua. Bandung: Widina Media Utama, 2024.

[54] Waspada.Id, “Dpp Ppabs Tegaskan Tidak Ada Tanah Adat Di Dolok Parmonangan,” Waspada.Id, Feb. 04, 2024. [Online]. Available: Https://Www.Waspada.Id/

[55] N. A. Widadio, “Sorbatua Siallagan, Kakek Yang Dituduh Menduduki Hutan Konsesi Toba Pulp Lestari Divonis Dua Tahun Penjara Dan Denda Rp1 Miliar,” Bbc News Indonesia, Feb. 02, 2024. [Online]. Available: Https://Www.Bbc.Com/Indonesia/Articles/Cv2yzryd0npo

[56] M. Yostina, “Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Di Indonesia (Analisis Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dan Masyarakat Yang Berada Dalam Kawasan Tertentu),” Universitas Brawijaya, 2016.

[57] M. Yusran, “Tanah Leluhur Keadilan Dan Perjuangan Sorbatua Siallagan Kakek Yang Disangka Melakukan Pelanggaran Hukum Karena Menduduki Hutan Konsesi Pt Toba Pulp Lestari,” Geograph.Id, Oct. 02, 2024. [Online]. Available: Https://Geograph.Id

[58] A. M. Yusuf, Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana, 2014.

Downloads

Published

2026-09-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Perlawanan Sorbatua Siallagan dalam Perspektif Antropologi di Kampung Dolok Parmonangan, Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. (2026). Journal of Law, Economics, and Engineering, 2(2), 264-280. https://doi.org/10.31004/784z2k82

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.