Fenomena Brain Rot di Kalangan Anak Muda: Refleksi Penggunaan Teknologi dan Revitalisasi Peran Kepemudaan

Authors

  • Rosyid R. Al-Hakim Universitas Harapan Bangsa
  • Rian Ardianto Universitas Harapan Bangsa
  • Riska Suryani Universitas Harapan Bangsa
  • Hadi Jayusman Universitas Harapan Bangsa

Keywords:

brain rot, digital fatigue, generasi muda, teknologi, kegiatan kepemudaan

Abstract

Fenomena brain rot semakin sering muncul di kalangan anak muda sebagai bentuk penurunan fokus, motivasi, dan daya pikir akibat konsumsi berlebihan terhadap konten digital yang dangkal dan cepat. Era media sosial yang serba instan menciptakan kebiasaan doom scrolling, short attention span, dan kecenderungan menghindari aktivitas produktif yang membutuhkan konsentrasi mendalam. Tulisan ini bertujuan mengulas penyebab utama brain rot dari perspektif penggunaan teknologi serta menawarkan pendekatan keseimbangan melalui partisipasi dalam kegiatan kepemudaan. Kajian ini menggunakan metode literatur naratif yang mengombinasikan temuan ilmiah mengenai digital fatigue dan cognitive overload dengan observasi fenomenologis pada pola perilaku generasi muda. Hasil telaah menunjukkan bahwa brain rot bukan sekadar akibat teknologi, tetapi juga refleksi kurangnya kontrol diri dan orientasi terhadap makna kegiatan digital. Revitalisasi peran kepemudaan melalui aktivitas sosial, edukatif, dan kreatif dapat menjadi bentuk terapi sosial yang efektif untuk memulihkan fokus dan kualitas diri anak muda di era digital.

References

Alejandro Mujica, A. L., Crowell, C. R., Villano, M. A., & Uddin, K. M. (2022). ADDICTION BY DESIGN: Some Dimensions and Challenges of Excessive Social Media Use. Medical Research Archives, 10(2). https://doi.org/10.18103/MRA.V10I2.2677

Amirabdolahian, S., Pare, G., & Tams, S. (2025). Digital Wellness Programs in the Workplace: Meta-Review. Journal of Medical Internet Research, 27, e70982. https://doi.org/10.2196/70982

Aribowo, P., & Bagaskara, M. I. (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial “Brain Rot” terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Sosial Teknologi, 5(3), 350–357. https://doi.org/10.59188/JURNALSOSTECH.V5I3.32020

Ayoko, O. B. (2021). Digital Transformation, Robotics, Artificial Intelligence, and Innovation. Journal of Management & Organization, 27(5), 831–835. https://doi.org/10.1017/JMO.2021.64

Batmaz, H., Çelik, E., & Yıldırım, M. (2025). Brain Rot Ölçeğinin Geliştirilmesi ve Geçerliği (BRS-8). Journal of Curriculum and Educational Studies, 3(5), 58–80. https://doi.org/10.5281/ZENODO.15676357

Hidayat, R., & Wangid, M. N. (2025). Phenomenology: Brain Rot in Gen Z Reviewed from the Perspective of the Cognitive Behavioral Therapy (Cbt) Approach. World Psychology, 4(1), 135–148. https://doi.org/10.55849/WP.V4I1.888

Kusumawaty, I., Yunike, Y., Aprilyadi, N., Susmini, S., Sulaningsi, K., Zuraidah, Z., & Harsanto, D. E. (2025). Bangun Kekuatan Otak Remaja: Peer Support Sebagai Senjata Melawan Brain Rot. Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS), 4(1), 1–12. https://doi.org/10.47353/SIKEMAS.V4I1.3210

Mahwati, Y. (2024). Menulis Kajian Literatur Naratif. Deepublish.

Nayak, P. (2025). ‘Brain rot’ – Unintended consequence of digital lifestyle? Indian Journal of Physiology and Allied Sciences, 77(01). https://doi.org/10.55184/IJPAS.V77I01.512

Özpençe, A. İ. (2024). Brain Rot: Overconsumption of Online Content (An Essay on the Publicness Social Media). Journal of Business Innovation and Governance, 7(2), 48–60. https://doi.org/10.54472/JOBIG.1605072

Putra, M. H., & Nasution, A. P. (2024). Pemanfaatan Literasi Media Digital terhadap Siswa Sekolah Dasar dalam Pencegahan Fenomena Brain Rot. AL MUNIR: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 15(02), 155–165. https://doi.org/10.15548/AMJ-KPI.V15I02.11310

Rogeleonick, A., Hartono, S., Pramudita, P., Kusuma, A., Sari, P., Bahari, A., Retnawati, D., Aji, S. P., Fangidae, A. W., Marida, L. A., Sugianto, D., & Hikmat, A. A. (2022). Transformasi Digital Pendidikan. Jendela Pendidikan Dan Kebudayaan: Media Komunikasi Dan Inspirasi. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/31338/1/MAJALAH_JENDELA_2022_EDISI_63_%28WJ%29_OKE.pdf

Sage, R. (2025). Stop Brain Rot! Why We Must Give Narrative Language Priority. Journal of Research in Education and Pedagogy, 2(2), 163–176. https://doi.org/10.70232/JREP.V2I2.54

Yazgan, A. M. (2025). The Problem of the Century: Brain Rot. OPUS Journal of Society Research, 22(2), 211–221. https://doi.org/10.26466/OPUSJSR.1651477

Yousef, A. M. F., Alshamy, A., Tlili, A., & Metwally, A. H. S. (2025). Demystifying the New Dilemma of Brain Rot in the Digital Era: A Review. Brain Sciences, 15(3), 283. https://doi.org/10.3390/BRAINSCI15030283

Downloads

Published

2025-11-02

How to Cite

Al-Hakim, R., Ardianto, R., Suryani, R., & Jayusman, H. (2025). Fenomena Brain Rot di Kalangan Anak Muda: Refleksi Penggunaan Teknologi dan Revitalisasi Peran Kepemudaan. Journal of Law, Economics, and Engineering, 1(1), 30–34. Retrieved from https://jolens.org/index.php/jolens/article/view/5

Issue

Section

Articles